Tampilkan postingan dengan label Kisah Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 April 2014

Ceramah dan Cerita Lucu berita surga dan neraka di bulan ramadhan

Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah jadikan diri ini menjadi semakin kurus dosa dengan cara berpuasa di bulan ini, puasa jangan terlalu Extrime, santai saja.


Jamaah tahu kah anda, jika orang yang berat timbangan amalnya maka orang itu akan masuk surga, jika orang yang berat keburukanya maka akan masuk neraka, dan jika orang timbangan amal dan dosanya sama-sama berat maka akan dimasukkan di tengah-tengah surga dan neraka.... ada yang tahu apa di tengah tengahnya surga dan neraka???

ditengah-tengah surga dan neraka ada huruf dan.

Jamaah berita menggembirakan, bahwa di neraka di bulan ramadhan tidak menerima penghuni baru dikarenakan terlalu banyaknya penghuni neraka yang senior mengakibatkan panitia menambah gedung baru yang akan selesai bulan berikutnya.

kabar menyedihkan datang dari neraka bagian jahannam sebelah barat, bahwa kunci pintunya hilang sehingga mengakibatkan banyaknya korban yang terjebak, pemerintah tidak menyediakan fasilitas pengunsian dikarenakan uang yang dikirim belum sampai malah terbakar.

jamaah, kita kembali lanjutkan setelah yang lewat ini.

---IKLAN---   seorang nenek menaiki sepeda dengan ayungan kecepatan penuh, di depanya melaju mobil KIJANG dengan kecepatan penuh, tiba-tiba nenek tertabrak dan terlempar hingga 20 meter tiba di trotoar namun nenek itu tidak mati melainkan bangkit memberi jempol dan berkata " KIJANG MEMANG OK"   ---IKLAN---

jamaah ada sebuah kisah lucu banget.

Alkisah hiduplah seorang yang amat religius , sopan , santun , pokoknya semua sikap yang baik-baik ada padanya orang ini adalah saya, Ha...Ha...Ha

sorrry jamaah,,, bercanda, kisah ini datang dari pria diatas pada saat itu dia menemui seorang kakek tua yang sangat rentah, pria itu memandangi kakek tua itu dan berfikir 30 tahun kedepan mungkin aku akan seperti kakek ini, kakek itu juga memandangi pria itu dan berkata 30 tahun yang lalu aku mirip dengan mu anak muda.

ha...ha...ha jamaah cukup sekian mohon maaf yah di bulan suci ramadhan ini mungkin banyak dosa yang kita perbuat mari bersama-sama beribadah kepada ALLAH SWT, semoga amal dan ibadah kita diterima di sisinya, mari kita kirimkan rasa Syukur kita melalui via SMS ( Syukur melalui Sholat ).
Sumber: zahal-mahfudz.blogspot.com

Senin, 03 Maret 2014

Cerita Puasa Ramadan di Finlandia

Bulan Ramadan selalu penuh dengan cerita. Setiap negara memiliki ceritanya sendiri-sendiri dengan segala tantangannya. Ada negara yang puasanya kurang dari 12 jam, ada negara yang muslimnya minoritas jadi suasana Ramadan tidak terasa sama sekali. Bagaimana dengan negara-negara yang berada jauh dari Mekkah, seperti Finlandia? Apakah ada cerita menarik seputar menjalankan puasa Ramadan di sana?

Finlandia, terletak di Eropa bagian utara dan sudah dekat dengan kutub. Semakin jauh dari garis khatulistiwa, maka matahari terbit dan tenggelamnya pun sudah beda. Di Finlandia, matahari bisa terbit pukul 03.30 dini hari dan baru tenggelam menjelang tengah malam sekitar pukul 23.30. Hal ini berarti durasi puasa di sana hampir satu hari penuh atau 20 jam lebih. Kita yang biasanya puasa 12-14jam saja tentu berpikir bagaimana ya bila harus berpuasa selama itu?

Salah satu kota di Finlandia, puasanya total 20 jam perhari. Kota itu bernama Rovaniemi yang terletak 66 derajat di Lingkaran Arktik. Di sana ada sekitar 100 orang muslim dan beberapa dari mereka berpuasa sekitar 12-15jam per hari. Namun ada yang benar-benar puasa 20 jam per hari. Mereka mengatakan bahwa itu adalah salah satu ujian dari Allah SWT dan mereka berusaha untuk melaluinya.

Selain puasa selama itu, mereka juga kadang kesulitan mendapatkan makanan halal. Muslim di Finlandia jumlahnya sangat sedikit sehingga hampir tidak ada toko yang mengkhususkan diri menjual makanan dan bahan memasak yang halal. Terkadang mereka harus menyembelih ayam atau menangkap ikan sendiri bila kesulitan mendapatkan daging sapi yang dipotong dengan cara yang halal. Namun bagi mereka, bulan Ramadan adalah berkah yang selalu ditunggu kedatangannya. Karena mereka percaya, nikmat Ramadan melampaui durasi puasa yang 20 jam lamanya.

Sumber: vemale.com

Selasa, 07 Januari 2014

Cerita & Kisah Lucu di Bulan Puasa Ramadhan

Semoga anda terhibur dan sehari berpuasa akan semakin bersemangatt........

Berikut kisah humornya :


Dik Z sedang bermain tebak-tebakan dengan Dik X.
“Ramadhan apa yang bisa main drum?” tanya Dik Z.
“Ah, kalau itu gampang, jawabannya pasti Gilang Ramadhan.” Jawab Dik X. Dik Z lantas mengangguk.
“Ramadhan apa yang ada di film?”, tanya Dik X.
“Ramadhan dan Ramona,” jawab Dik Z.
“Masih salah,” sahut Dik X.
“Terus apa jawabannya?”, tanya Dik Z.
“Jawabannya Rama…dhan Shinta,” jawab Dik X.
“?????” Dik Z tampak melongo.


Perlu anda ketahui bahwa ada beberapa produk mie yg tidak boleh dikonsumsi selama bulan puasa, di antaranya adalah:
- Mie kirin istri orang lain
- Mie jitin bini tetangga
- Mie ting berdua dengan istri atau suami orang lain
- Mie pisin kepala orang
- Mie lih2 baju utk lebaran tapi gak jadi beli
- Mie ndahin kotoran ke rumah pak rt
- Mie sahin pasangan suami istri
- Mie-nta kawin lagi



Andi sedang berusaha menjalankan ibadah puasa satu hari penuh. Untuk itu, bertanyalah dia kepada Ayahnya, “Yah, bagaimana supaya puasa kita bisa satu hari penuh?”
Dengan santainya, sang Ayah menjawab, “Gampang, Anakku.” “Pakai saja kartu AS karena di iklannya, setan kalah dengan pengguna kartu itu.” Mendengar jawaban sang Ayah, Andi melongo saja.



Sebuah nasehat di bulan Ramadhan :
Sebaiknya selama bulan Puasa hindarilah makan di KFC dan McDonald! Karena cewek-cewek yang jual rada genit, baru datang sudah ditawari, Mau paha atau dada? Mau di tempat atau dibawa pulang, Mas?



Polisi yang bikin batal puasa

Ada beberapa polisi yang (sangat bisa) membuat puasa para pria menjadi tidak sah, minimal pahala berkurang
  • Polisi tidur (sering membuat para supir dan pengendara motor memaki-maki, karena jengkel)
  • Polwan tidur (nah, ini bahaya, bikin mata jelalatan dan otak ngeres pikiran kotor)



Gombal Awal Ramadhan Cewek : ” Bapak kamu orang NU ya? ” Cowok : ” Koq kamu tahu sih? ” Cewek : ” Soalnya, aku melihat ada hilal 4 derjat di matamu. ” Cowok : ??? Cowok : ” Bapak kamu orang Muhammadiyah ya? ” Cewek : ” Koq kamu tahu? ” Cowok : ” Soalnya, aku melihat ada hitungan hilal di matamu.” Cewek : ???
Sebuah hasil survei : Hasil survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga survei independen Indonesia menyatakan bahwa Teh yang paling disukai selama bulan Puasa adalah : 0,33 % suka Teh Celup,0,57% suka Teh Poci, 1,25% suka Teh Botol, 97,15% suka Teh Ha Er….
Ketika si Nanang (bukan nama sebenarnya) masih duduk di bangku SD, ia mendapat tugas kliping dari guru PMP-nya (PMP, Pendidikan Moral Pancasila. Sekarang menjadi pelajaran Kewarganegaraan). “Coba kalian kliping gambar atau foto orang yang sedang menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing. Kumpulkan minggu depannya”, perintah Ibu Guru kepada Nanang dan kawan-kawannya. Seminggu berlalu, rupanya si Nanang lupa akan tugasnya. Hari itu, Ibu guru PMP pun menyuruh Nanang dan kawan-kawannya mengumpulkan tugas kliping. Si Nanang pun kelabakan. Segera ia mengambil pas foto dirinya dari tasnya, dan menempelkannya di selembar kertas dan memberikannya judul ”Tugas Kliping Gambar Orang Beribadah”. Ibu guru PMP pun memeriksa tugas murid-muridnya. Ketika sampai di meja si Nanang, Ibu guru tersebut pun marah. “Apa maksudnya kamu menempel foto kamu sendiri di lembar tugas kliping ini?, tanya Ibu guru gusar. Nanang pun dengan tenang menjawab, ”Ini gambar orang sedang beribadah Bu, ibadah puasa”, tandas si Nanang.



Di sekolah Dik Z, Bu Guru sedang mengajarkan pelajaran tentang makna puasa. Dik Z tampak tekun menyimak. “Bulan puasa ini bulan yang kita tunggu-tunggu.” “Apakah kalian tahu apa uniknya puasa di Indonesia?” tanya Bu Guru. Dik Z langsung mengangkat tangan kanannya. “Ada dua, Bu,” jawab Dik Z. “Apa saja?” sahut Bu Guru. “Yang pertama, awal dan akhir puasa berbeda.” “Tapi sebelum puasa dan setelah akhir puasa, kita sama-sama minta maaf,” kata Dik Z. Bu Guru hanya terdiam, bingung mau komentar apa.



Dialog di RS Jiwa Grogol Dokter, tolong dong, ada yang beres dengan kesehatan saya? tanya seorang pasien tua, yang sudah lamaaaaa jadi penghuni tetap. Lho, kok kesehatannya beres malah minta tolong? Jawab Pak Dokter. Lalu bertanya ulang: Memangnya kamu mau saya bikin kesehatan kamu tidak beres? Iya Dok. Besok kan puasa. Kalau saya sakit, kan punya alasan untuk membereskan makan siang seperti biasa



Request Lagu Radio Ada Seorang pemuda menelpon sebuah stasiun radio. Penelpon: “Assalamualaikum… mau kirim salam…” Penyiar : “Boleh… Buat siapa?” Penelpon: “Buat teman-teman saya yang lagi berpuasa tetap sabar ya! Kalau mau request boleh?” Penyiar : “Tentu saja, apa nih lagunya?” Penelpon: “Tolong puterin adzan maghribnya dong, Mas…”



SMS Nyasar Edisi Ramadhan “Tolong kirim Mama kolak,cendol,cemilan ke rumah! Jangan telp Mama, Mama sedang puasa di kantor polisi. Ingat jangan kirim pulsa tapi kolak, cendol, cemilan. Mama udah tobat mintain pulsa gak pernah dapat2″.



Telat Sahur Suatu hari di bulan puasa, sepasang suami istri bertengkar hebat, kemudian mereka tidak bertegur sapa. Sang suami khawatir tidak bisa bangun untuk makan sahur. Sebab selama ini istrinya yang selalu setia membangunkan dan menyiapkan makan sahur. Karena bingung, kepada siapa dia akan minta dibangunkan untuk sahur. Mau menegur istrinya duluan, itu tidak mungkin dia lakukan, gengsi dan harga diri serta hatinya lagi sewot bukan kepalang. Akhirnya, sang suami memutuskan untuk menulis sebuah pesan pada selembar kertas. “Dik, tolong bangunkan aku pukul tiga untuk makan sahur” begitu bunyi pesan singkat yang dia tulis dan letakkan di atas meja. Tapi apa mau dikata, ketika terjaga, sang suami melihat jam ternyata sudah pukul 5 pagi dan iqamat subuh baru terdengar dari Mesjid sebelah rumah. “Waduh… nggak sahur dong. Kenapa bini ane nggak bangunin ane ya…”. gerutunya dalam hati. Di atas meja tempat ia meninggalkan pesan tadi malam, ia mendapati secarik kertas berisi pesan balasan dari sang istri. “Mas, bangun. Mas, bangun. Mas, bangun….. katanya minta dibangunin. Ini sudah pukul tiga tiga puluh menit, sebentar lagi imsak lho. Saya sudah mbangunin sampai empat kali lho… tuh makanan juga sudah siap”. begitu bunyi pesannya.



Nggak jadi Tadarus Anak: “Eh, Ibu mau ngaji??” Ibu: “Iya… Bismillahirrohmanirrohim…” Anak: “Eh…Sinetron ‘Dia Ayu’ udah mulai lho Buu…” Ibu: “Oh ya? Shodaqollahul’azim…”.



Ramadhan Paling Ngetop di India Ramadhan yang paling melegenda, paling bersejarah, paling banyak dikisahkan di India adalah: RAMADAN Sinta…….



Di ceritakan di bulan ramadhan, 2 orang anak SD (sebut saja udin dan adul) lagi ngobrol di depan kelas mengenai puasa mereka: Adul : din kamu puasa ga ? Udin : puasa lah masa ga puasa sih.. Adul : emang kamu kuat ? Udin : kuat dong emang kamu yang suka puasa sampe subuh,, xixiixi Adul : enak aja .. Udin : kalo kamu dul puasa ga ? Adul : Puasa lah Udin : Kemarin kamu puasa sampe magrib ga ? Adul : iya, cuman pas duhur tuh ya panaaasss banget sampe ampir ampir aku batal puasanya din, tapi allahmdulillah dul ada si emen bawa es kelapa aku minta sedikit deh, jadi puasa ku terselamatkan din alias ga batal,,, Udin : !@$%^&*()..???!!!??



Cerita lucu ini bener2 terjadi. Ceritanya pas ramadhan kemaren ketika disebuah kampung ( saya tidak sebutkan namanya) yan sedang khusuk melaksanakan ibadah puasa terselib sebuah cerita lucu sekaligus agak membuat "gelo" (menyesal) karena akhirnya kejadian lucu itu sempat mengusik kekhusukan shalat terawih. Cerita lucu ini berawal ketika menjelang Isya beberapa warga bergegas ke masjid untuk azan, belum lagi sampai masjid terlihat seorang pemuda dengan tampang klimis dan dihiasi jenggot menyapu di lantai masjid. Azan dimulai jamaahpun berdatangan dan siap mendirikan shalat Isya. Sang pemuda yang tadi menyapu segera saja mendapat tempat terhormat di shaf terdepan, alasanya karena dia datang lebih awal dari jamaah yang lain. Penghargaan warga kampung terhadap sang pemuda tidak berhenti sampai disitu, meskipun mereka tidak begitu mengenal sang pemuda karena bukan warga kampung tersebut tetapi sikapnya yang kalem dan kelihatan khusuk membuat warga tak ragu meminta sang pemuda menjadi Imam shalat.Disinilah cerita lucunya dimulai. Shalat dimulai Takbir, tidak ada masalah aman2 saja , Baca Alfatihah lancar , no problem setelah bacaan Al fatihah selesai dan jamaah menyambut dengan "amiiiiin" tiba2 sang imam berkomentar keras " wuihh kompak baaaanget" jamaah yang berjumlah puluhan oran tersebut terkaget2 dan sontak menghentikan sholat mereka memandangi sang imam yang masih cengar cengir dari belakang tiba2 terdengar suara " ooo itu pemuda kampung sebelah , dia memang kena gangguan jiwa, durung mari tiba'e ( ternyata belum sembuh) " gemuruh tawa jamaahpun memecah, dan sang imampun segera di evakuasi pulang. He2 ati2 makanya sama orang yang belum kenal:)



Pada suatu hari di bulan ramadhan, ada seorang anak tidak sabar menunggu adzan maghrib dan mengeluh pada bapaknya. Anak : “Bapak, maghribnya jam berapa sich?” Bapak : “Jam 6, sabar dong” Jawab bapaknya dengan santai. Anak : “Kok dari tadi masih jam 3 terus” Bapak : “Emang knp?” Anak : “Kan pengen cepet buka puasa pak…, apa kita putar aja jamnya biar jam 6?” Bapak : “Ya udah…” Anak : “Asyikkk…” Kata anak itu dan segera memutar jarum jam sampe ke angka 6. Anak : “Pak…udah jam 6 tuh, buka puasa yok…” Bapak : “Lho… itukan baru jam di kamar. Di ruang tamu, di ruang tengah, di kamar bapak, dan di dapur belum.” Anak : “Oh…gitu ya pak, harus jam 6 semuanya?” Respon anak itu manggut-manggut, lalu berlari dan memutar semua jam di rumahnya. Anak : “Bapak udah semua…” Teriaknya girang. Bapak : “Jam tetangga-tetangga dan masjid udah?” Anak : “Lho…kok sampe jam tetangga dan masjid juga??” Bapak : “Ya iyalah….kan harus jam 6 semuanya, baru bisa buka puasa” Anak : “Ya….capek dhe, mending nunggu aja, ketimbang mesti capek-capek muter jarum jam sekecamatan.”



2 tahun yang lalu usiaku masih 16 tahunan, wajar dong jika saat berpuasa aku masih sering memegangi perut yang keroncongan dan berendam selama mungkin di dalam bak mandi. Aku masih inget sekali kalau hari itu adalah H -7 lebaran. Orang tuaku barusan aja berangkat keluar kota. BT sih di rumah sendirian, saat itu perutku mulai keroncongan. Tak lama kemudian telepon rumahku berdering…saatku angkat muncul suara merdu, ternyata suara itu adalah suara temenku, dia mau ngajakin aku shoping (maklum anak muda,bentar lagi kan lebaran..) tanpa pikir panjang akupun langsung meng-iya-kan ajakan mereka. Ku pikir itu adalah kesempatan emas bagi aku. Saat itu memang sudah dapat dipastikan kalau udara surabaya PANAS, bahkan sangat amat panas. walaupun tenggorokan sudah kering dan perutpun mulai keroncongan kami tetep melanjutkan perjalanan. Sesampainya disana kami langsung buru-buru masuk untuk mendinginkan badan. Waktu terus berlalu, sudah lebih dari lima jam kami jalan-jalan. Penat dan rasa lapar mulai terasa. Saat melintas di depan kedai makanan perut kami seakan kompak berkeroncongan, hingga kami tak kuasa menahannya. Makanan yang ada disana sudah melambai-lambai ke arah kami. Dan akhirnya dengan berat hati kamipun memutuskan untuk masuk dan segera memesan makanan. Lima menit kemudian empat buah milky shake chocholate dan empat porsi makanan lezat memenuhi meja kami. Rasanya kami sudah tak tahan lagi ingin menyantapnya. Tapi tidak semudah itu, hati kami tidak bisa berbohong kalau saat itu kita sedang berpuasa. Perut yang semula protes kini jadi bisu. Dan akhirnya kamipun tidak jadi memakannya, dan segera membungkus makanan itu. Karena kami ingat kalau bedug magrib Cuma tinggal empat jam lagi. Setelah itu kamipun pulang kerumah masing-masing. Aku kembali sendirian, Karena capek dan laparpun sudah tidak bisa di tahan aku mencoba untuk memejamkan mataku sebentar hingga akhirnya akupun bisa tertidur. Saat aku terbangun kuliat jarum jam masih ada di angka lima, akupun tidur lagi. Entah apa yang membuatku tertidur sangat nyenyak. Waktu itu, rasa capek sudah hampir tidak terasa, tinggal perutku yang kelihatannya kosong, aku terbangun untuk yang kedua kalinya. Aku lihat suasana masih gelap. Hatiku serasa bahagia sekali karena akhirnya aku akan segera berbuka. Aku tak sabar untuk menyantap makanan yang tadi sudah kubeli. Tak lama ketika aku hendak membuka lemari es, terdengar suara ayam berkokok di teligaku, hatiku mulai terasa tidak nyaman. Saat mata ini melirik ke arah sebuah jam dinding kuliat jarum sudah ada di angka lima kembali. OMG(ooooohhhh….my…god…) Aku tidak percaya hal ini, kubuka mataku lebar-lebar,ku usap-usap mataku. Dan ternyata aku memang tidak salah lihat, saat itu memang sudah jam lima pagi. Tubuhku saat itu seakan tak bertulang. Kejadian itu benar-benar luar pikiranku. Lengkap sudah penderitaanku, Akhirnya aku harus berjuang untuk menahan perut yang keroncongan ini selama dua belas jam lagi…….



Tau ngga setan apa yang banyak berkeliaran saat Bulan Puasa Ramadhan ini.....? ini lho....setan bazar.....alias stand bazar



Bodro: Gimana Caranya,Me mbedakan Org Yang Puasa.. Sama Org Yang Ngga Puasa..??? Bejo: Dari Gaya Jalannya.. Bodro:Bukan.!! Bejo: Dari,Perut nya.. Kalo Gede,Berar ti Ngga Puasa..!! Bodro: Salah.. Bejo: Hmm..Kalo Yg Puasa, Meludah Terus.. Bodro: Haha Salah..!! Bejo:Gima na Dunk..?? Bodro: Dari BETIS,nya, ,Tau.. Bejo: Kok, Bisa.. ?? Bodro: Karena,Org Yang,Ngga Puasa.. Kalo Makan Diwarteg.. Cuma Keliatan. Betisnya Doank..!!H ehehe

Rabu, 09 Oktober 2013

Kisah Sedih di Bulan Ramadhan

“Ibu! Berapa ikat sayur bayam yang kita beli?, tanya Insani, pada ibunya. Ibu dan anaknya termangu memperhatikan sayur bayam yang teronggok. Ibu muda itu hanya dapat memandanginya. “Tak membeli dua ikat sayur bayam ya … Aku juga ingin membeli kolak”, tambah Insani. “Ibu uangnya tak cukup nak”, tambah ibunya.

Ibu muda yang disertai anaknya itu, mengelilingi pasar, di sekitar Jalan Raya Bogor.

Mereka hanya melihat barang-barang kebutuhan pokok. Tapi, ia tak mampu membelinya. Uang yang mereka miliki sangat sedikit. Awal ramadhan buat mereka, hanyalah kesedihan. Keluarga itu tak mampu memenuhi kebutuhan pokok mereka. Kadang mereka berbuka hanya dengan sebungkus mie. Ada lagi keluarga yang saur dan berbuka dengan singkong serta tempe. Selama ramadhan.

Di pasar para pembeli hanya hilir mudik. Mereka bingung akan membeli apa. Seperti orang yang tak tahu mau melakukan apa? Setiap tahun sudah ajek. Saat menjelang ramadhan atau ied fitri, harga kebutuhan pokok melonjak, yang tak terjangkau bagi kalangan lapisan bawah.

Nilai uang masyarakat terus digerogoti inflasi. Uang menjadi tak berarti. Karena harga barang-barang terus naik. Penghasilan rakyat tak bertambah. Dari waktu ke waktu penghasilan mereka, justru cenderung menurun. Kemampuan daya beli rakyat terus berkurang, mereka tak mampu lagi memenuhi kebutuhan pokok mereka. Di tambah setiap hari jumlah orang yang menganggur semakin banyak. Pabrik-pabrik tutup. Karena para pemilik modal memindahkan investasi mereka ke negara lain.

Memang nasib masyarakat lapisan bawah makin tragis. Mereka adalah kuli bangunan, sopir, buruh musiman, tukang ojek, tukang mie, buruh tani, para nelayan, dan para pedagang asongan, nasib mereka semakin terpuruk. Ini akibat berbagai kebijakan yang semakin tak memihak mereka. Minyak langka. Harga gas terus naik. Harga BBM terus dinaikkan. Disesuaikan dengan harga BBM dipasaran internasinal. Agar para pemilik modal asing bisa bermain di pasar lokal. Dengan mengorbankan masyarakat kecil. Tak peduli jeritan rakyat.

Beberapa tahun ini, setidaknya sudah sekian kali harga BBM dinaikkan.  Rakyat kecil langsung terpukul secara ekonomi, mereka tak mampu bangkit lagi.

Ketika rakyat sudah beralih dari minyak tanah ke gas, tapi sekarang harga gas terus naik. Mereka kehilangan kebutuhan pokok, yaitu bahan bakar, yang mereka gunakan kebutuhan sehari-hari. Paradok. Gas dan minyak di eksport keluar negeri. Di dalam negeri kesulitan pasokan bahan bakar.

Kini, tukang ojek tak lagi dapat bergembira, karena penghasilan mereka terus menurun. Tak mungkin lagi mereka dapat membawa pulang uang Rp50.000 rupiah. Bahkan, di antara mereka ada yang tidak berani pulang. Karena, mereka hanya mendapatkan uang Rp20.000 rupiah, sementara ia harus membiayai empat anaknya yang masih sekolah.Apalagi, buruh musiman, tukang mie, buruh tani, para nelayan, para pedagang asongan, usaha mereka semakin tergerus dengan kenaikan harga, sampai ada peristiwa tragis, di Padeglang, seorang pedagang mie yang bunuh diri, karena selalu rugi.

Anak-anak yang mengemis di jalan-jalan, di kereta, di pasar, jumlahnya makin banyak. Pengamen tak terhitung lagi. Mereka semuanya di bulan ramadhan ini tetap harus survive.Harus tetap hidup. Harus tetap mencari nafkah. Seberapa pun dapatnya. Mereka tak pernah menyerah dengan keadaan. Mereka harus menjalani kehidupan. Betapapun sangat berat. Anak-anak kecil yang masih belum waktunya mencari rezeki (nafkah) mereka di perempatan lampu merah, kadang-kadang sampai larut. Mereka tinggal di tempat-tempat yang kotor, yang tak layak. Mereka terus menjalani kehidupan ini dengan segala peristiwa dan penderitaan yang mereka alami..

Ramadhan tahun ini sejuk. Di awali dengan hujan, dan mendung. Tak terasa terik matahari. Seakan Allah tabarakallahu ta’ala menurunkan rahmat Nya bagi seluruh umat manusia. Tapi, belum mengubah nasib mereka, orang-orang yang miskin. Orang-orang ramai melaksanakan shalat di masjid-masjid, di malam hari, yang menandakan datangnya bulan ramadhan.

Tapi, bagaimana nasib mereka? Nasib rakyat yang miskin, yang papa, dan tak memiliki apa-apa?Al-qur’anul Karim di dalam surat al-Hasyr, ayat: 6, Allah memerintahkan agar kekayaan tidak hanya berputar di antara orang-orang yang kaya (para aghniya’). Tapi didistribusikan dengan adil, ke seluruh penduduk. Ini hanya dapat dilakukan oleh seorang pemimpin yang adil, yang zuhud terhadap dunia. Kekuasaan yang dimiliki bukan hanya untuk menumpuk kekayaan, tanpa mempedulikan jeritan dan penderitaan rakyatnya.

Khalifah Abu BakarAs-Shidiq, ketika berkuasa, setiap pagi mengunjungi rumah seorang janda tua renta, miskin, dan tidak lagi memiliki apa-apa. Apa yang dikerjakan Abu Bakar? Dia menyapu rumahnya, memerahkan susu, dan menyiapkan makanan buat wanita tua itu. Padahal, dia seorang khalifah, yang sangat mulia, orang pertama sesudah Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam. Di masa Abu Bakar, orang-orang yang kaya yang tidak membayar zakat diperangi. Orang fakir miskin nasibnya dilindungi.

Sekarang mereka yang menjadi ‘pemimpin’ hanya tipe orang-orang yang tamak, rakus dunia, dan hanya mengumpulkan kekayaan, yang tak terbatas. Sementara itu, kondisi rakyatnya terus menderita. Wallahu Alam. (Ms)

Sumber: http://www.eramuslim.com

Rabu, 11 September 2013

Kisah Seorang Ulama Dengan Seorang Perokok Di Malam

Aku pernah diundang di malam Ramadhan dua tahun yang lalu untuk menjadi pembicara dalam satu siaran live di salah satu siaran televisi. Siaran kala itu berkisar tentang ibadah pada bulan Ramadhan. Siaran itu dilakukan di Makkah al Mukarramah pada satu kamar di salah satu hotel yang bisa melongok di atas Masjidil Haram.Kala itu kami berbicara tentang Ramadhan. Para pemirsa televisi bisa melihat dari sela-sela jendela kamar di belakang kami pemandangan orang-orang yang umrah dan thawaf secara langsung.
Kala itu pemandangannya sungguh mengagumkan dan mengharukan, membuat pembicaraan pun semakin berkesan. Hingga pembawa acara menjadi lembut hatinya, dan menangis di tengah halaqah itu. Sungguh suasana itu adalah suasana keimanan, dan tidak merusak suasana itu kecuali salah satu cameramen. Dia memegang kamera dengan satu tangan, dan tangan yang kedua memegang “Tuhan Sembilan Senti” menurut istilah Penyair Taufik Ismail (tambahan redaksi), yaitu rokok. Seakan-akan tidak ada satu waktu yang tersia-siakan dari malam bulan Ramadhan kecuali dia kenyangkan paru-parunya dengan asap rokok.
Hal ini banyak menggangguku. Penghisap rokok itu benar-benar mencekikku, tetapi harus bersabar, karena itu adalah siaran langsung, dan tidak ada alas an, kecuali terpaksa melaluinya. Berlalulah satu jam penuh, dan berakhirlah kajian itu dengan salam. Kameramen itu pun mendatangiku –sementara rokok masih ada di tangannya- sembari dia mengucapkan terima kasih dan memuji. Maka kukeraskan genggaman tanganku dan kukatakan, “Anda juga, saya berterima kasih atas keikutsertaan anda dalam menyunting acara keagamaan ini. Saya memiliki satu kalimat, barangkali anda mau menerimanya.”
Dia pun menjawab, “Silahkan…silahkan.”
Kukatakan, “Rokok dan siga…” (maksudnya sigaret),
Namun dia memutus pembicaraanku seraya berkata, “Jangan menasehatiku…Demi Allah, tidak ada faidahnya wahai Syaikh.”
Kukatakan, “Baik, dengarkan saya… Anda tahu bahwa rokok haram, dan Allah berfirman…
Dia pun memotong pembicaraanku sekali lagi, “Wahai Syaikh, janganlah menyia-nyiakan waktu anda… saya telah merokok selama 40 tahun… rokok telah mengalir dalam urat nadi saya… tidak ada faidah… selain anda lebih pandai lagi…!!
Kukatakan, “Apa yang ada faidahnya?
Dia pun merasa tidak enak dariku lalu berkata, “Doakanlah saya… doakanlah saya.”
Maka aku pun memegang tangannya seraya berkata, “Mari bersama saya…
Kukatakan, “Mari kita melihat kepada Ka’bah.”
Maka kami pun berdiri di sisi jendela yang bisa melongok di atas al Haram. Dan ternyata setiap jengkal dipenuhi dengan manusia. Antara yang ruku’, sujud, yang sedang umrah, dan sedang menangis. Sungguh pemandangan yang sangat mengesankan. Kukatakan, “Apakah anda melihat mereka?”
Dia menjawab, “Ya.”
Kukatakan, “Mereka datang dari setiap tempat, yang putih, yang hitam… orang Arab dan Ajam… yang kaya yang miskin… semuanya berdoa kepada Allah agar menerima ibadah mereka dan mengampuni mereka…
Dia menjawab, “Benar… benar…
Kukatakan, “Tidakkah anda menginginkan Allah memberikan kepada anda apa yang Dia berikan kepada mereka?
Dia menjawab, “Ya… tentu saja.”
Kukatakan, “Angkatlah tangan anda, saya akan berdoa untuk anda… dan aminilah doa saya.”
Aku pun mengangkat kedua tanganku lalu kukatakan, “Ya Allah, ampunilah dia…
Dia berkata, “Aamiin.
Aku berdoa, "Ya Allah, angkatlah derajatnya, dan kumpulkanlah dia bersama dengan orang-orang yang dikasihinya di dalam sorga… Ya Allah…
Dan tidak henti-hentinya aku berdoa hingga hatinya lembut dan menangis… seraya mengulang-ulang, “Aamiin… aamiin…
Tatkala aku ingin menutup doa kukatakan, “Ya Allah, jika dia meninggalkan rokok, maka kabulkanlah doa ini, jika tidak, maka haramkan dia terkabulnya doa ini.”
Maka pecahlah tangisan laki-laki tersebut, sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan keluar dari kamar tersebut.
Berbulan-bulan telah berlalu, aku pun diundang lagi di studio televisi tersebut untuk melakukan siaran langsung. Saat aku masuk ke bangunan tersebut, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang tampak taat beragama menemuiku, kemudian dia mengucapkan salam dengan hangat, lalu mencium kepalaku, dan merendah meraih kedua tanganku untuk menciumnya, dan sungguh dia sangat terkesan.
Kukatakan kepadanya, “Mudah-mudahan Allah mensyukuri kelembutan dan adab anda… saya sungguh menghargai kecintaan anda… akan tetapi maaf, saya belum mengenal anda…
Maka dia berkata, “Apakah anda masih ingat dengan cameramen yang telah anda nasihati untuk meninggalkan rokok dua tahun yang lalu?”
Kujawab, “Ya…”
Dia berkata, “Sayalah dia… Demi Allah wahai Syaikh… sesungguhnya aku tidak pernah meletakkan rokok di mulutku sejak saat itu.
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Sumber: http://www.aerodesa.in

Selasa, 02 Juli 2013

Cerita Humor Seputar Puasa :: Ketika Tiba Saat Berbuka Puasa

Ada seorang Yogis (Ahli Yoga) mengajak seorang Pendeta bersekongkol akan memperdaya iman Abu Nawas. Setelah mereka mencapai kata sepakat, mereka berangkat menemui Abu Nawas di kediamannya. Ketika mereka datang Abu Nawas sedang melakukan sholat Dhuha.

Setelah dipersilahkan masuk oleh istri Abu Nawas mereka masuk dan menunggu sambil berbincang-bincang santai. Seusai sholat Abu Nawas menyambut mereka. Abu Nawas dan para tamunya bercakap-cakap sejenak.

“Kami sebenarnya ingin mengajak engkau melakukan pengembaraan suci. Kalau engkau tidak keberatan bergabunglah bersama kami.” kata Ahli Yoga.
“Dengan senang hati lalu kapan rencananya?” tanya Abu Nawas polos.
“Besok pagi.” kata Pendeta.
“Baiklah kalau begitu kita bertemu di warung teh besok.” kata Abu Nawas menyanggupi. Hari berikutnya mereka berangkat bersama. Abu Nawas mengenakan jubah seorang Sufi. Ahli Yoga dan Pendeta memakai seragam keagamaan mereka masing-masing.

Di tengah jalan mereka mulai diserang rasa lapar karena mereka memang sengaja tidak membawa bekal,
“Hai Abu Nawas, bagaimana kalau engkau saja yang mengumpulkan derma guna membeli makanan untuk kita bertiga. Karena kami akan mengadakan kebaktian.” kata Pendeta.

Tanpa banyak bicara Abu Nawas berangkat mencari dan mengurnpulkan derma dari dusun satu ke dusun lain. Setelah derma terkumpul, Abu Nawas membeli makanan yang cukup untuk tiga orang. Abu Nawas kembali ke Pendeta dan Ahli Yoga dengan membawa makanan.

Karena sudah tak sanggup menahan rasa lapar Abu Nawas berkata, “Mari segera kita bagi makanan ini sekarang juga.”
“Jangan sekarang. Kami sedang berpuasa.” kata Ahli Yoga.
“Tetapi aku hanya menginginkan bagianku saja sedangkan bagian kalian terserah pada kalian.” kata Abu Nawas menawarkan jalan keluar.
“Akan tidak setuju. Kita harus seiring seirama dalam berbuat apa pun.” kata Pendeta.
“Betul aku pun tidak setuju karena waktu makanku besok pagi. Besok pagi aku baru akan berbuka.” kata Ahli Yoga. Bukankah aku yang engkau jadikan niat pencari derma Dan derma itu telah ku tukar dengan makanan ini. Sekarang kalian tidak mengizinkan aku mengambil bagian sendiri. Itu tidak masuk akal.” kata Abu Nawas mulai merasa jengkel.

Namun begitu Pendeta dan Ahli Yoga tetap bersikeras tidak mengizinkan Abu Nawas mengambil bagian yang menjadi haknya. Abu Nawas penasaran. Ia mencoba sekali lagi meyakinkan kawan-kawannya agar mengijinkan ia memakan bagianya. Tetapi mereka tetap saja menolak. Abu Nawas benar- benar merasa jengkel dan marah. Namun Abu Nawas tidak memperlihatkan sedikit pun kejengkelan dan kemarahannya.

“Bagaimana kalau kita mengadakan perjanjian.” kata Pendeta kepada Abu Nawas.
“Perjanjian apa?” tanya Abu Nawas.
“Kita adakan lomba. Barangsiapa di antara kita bermimpi paling indah maka ia akan mendapat bagian yang terbanyak yang kedua lebih sedikit dan yang terburuk akan mendapat paling sedikit.” Pendeta itu menjelaskan.

Abu Nawas setuju. Ia tidak memberi komentar apa-apa. Malam semakin larut. Embun mulai turun ke bumi. Pendeta dan Ahli Yoga mengantuk dan tidur. Abu Nawas tidak bisa tidur. Ia hanya berpura-pura tidur. Setelah merasa yakin kawan-kawannya sudah terlelap Abu Nawas menghampiri makanan itu. Tanpa berpikir dua kali Abu Nawas memakan habis makanan itu hingga tidak tersisa sedikit pun. Setelah merasa kekenyangan Abu Nawas baru bisa tidur.

Keesokan hari mereka bangun hampir bersamaan. Ahli Yoga dengan wajah berseri-seri bercerita, “Tadi malam aku bermimpi memasuki sebuah taman yang mirip sekali dengan Nirwana. Aku merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya dalam hidup ini.”

Pendeta mengatakan bahwa mimpi Ahli Yoga benar-benar menakjubkan. Betul-betul luar biasa. Kemudian giliran Pendeta menceritakan mimpinya. “Aku seolah-olah menembus ruang dan waktu. Dan ternyata memang benar. Aku secara tidak sengaja berhasil menyusup ke masa silam dimana pendiri agamaku hidup. Aku bertemu dengan beliau dan yang lebih membahagiakan adalah aku diberkatinya.”

Ahli Yoga juga memuji-muji kehebatan mimpi Pendeta Abu Nawas hanya diam. Ia bahkan tidak merasa tertarik sedikitpun. Karena Abu Nawas belum juga buka mulut, Pendeta dan Ahli Yoga mulai tidak sabar untuk tidak menanyakan mimpi Abu Nawas.

“Kalian tentu tahu Nabi Khidir. Beliau adalah seorang mahaguru para sufi. Tadi malam aku bermimpi berbincang-bincang dengan beliau. Beliau menanyakan apakah aku berpuasa atau tidak. Aku katakan aku berpuasa karena aku memang tidak makan sejak dini hari Kemudian beliau menyuruhku segera berbuka karena hari sudah malam. Tentu saja aku tidak berani mengabaikan perintah beliau. Aku segera bangun dari tidur dan langsung menghabiskan makanan itu.” kata Abu Nawas tanpa perasaan bersalah secuil pun.

Sumber:  http://muhshodiq.wordpress.com



Sabtu, 25 Mei 2013

Cerita Lucu Terbaru Spesial Ramadhan

Pada suatu hari di bulan ramadhan, ada seorang anak tidak sabar menunggu adzan maghrib dan mengeluh pada bapaknya.

Anak : “Bapak, maghribnya jam berapa sich?”

Bapak : “Jam 6, sabar dong” Jawab bapaknya dengan santai.

Anak : “Kok dari tadi masih jam 3 terus”
Bapak : “Emang kenapa?”

Anak : “Kan pengen cepet buka puasa pak…, apa kita putar aja jamnya biar jam 6?”

Bapak : “Ya udah…”

Anak : “Asyikkk…” Kata anak itu dan segera memutar jarum jam sampe ke angka 6.

Anak : “Pak…udah jam 6 tuh, buka puasa yok…”

Bapak : “Lho… itukan baru jam di kamar. Di ruang tamu, di ruang tengah, di kamar bapak, dan di dapur belum.”

Anak : “Oh…gitu ya pak, harus jam 6 semuanya?” Respon anak itu manggut-manggut, lalu berlari dan memutar semua jam di rumahnya.

Anak : “Bapak udah semua…” Teriaknya girang.

Bapak : “Jam tetangga-tetangga dan masjid udah?”

Anak : “Lho…kok sampe jam tetangga dan masjid juga??”

Bapak : “Ya iyalah….kan harus jam 6 semuanya, baru bisa buka puasa”

Anak : “Ya….capek dhe, mending nunggu aja, ketimbang mesti capek-capek muter jarum jam kecamatan.”

Sumber:  http://orb.web.id

Rabu, 22 Mei 2013

Sebuah Kisah Ramadhan di Ambang Petang

Sore mulai melenggang hendak pulang. Tangannya melambai ke arah sang senja agar segera datang untuk menggantikannya seiring ufuk barat merona jingga cemerlang. Jalanan masih saja dipenuhi berbagai kendaraan berlalu-lalang. Warung-warung penjual takjil ramai pembeli membuat antrean agak panjang. Ada yang membeli kolak pisang, ada bubur kacang, juga ada yang sekadar membeli rengginang. Hmmm…. sebuah persiapan menyambut adzan maghrib berkumandang.

Kardiman, seorang pengangguran yang sehari luntang-lantung mengukur seberapa panjang jalan, pada Ramadhan kali ini mendadak jadi pedagang. Naluri bisnisnya terkembang. Memanfaatkan momentum Ramadhan, mencoba meraih peluang. Ia pun membuka lapak buah-buahan di pintu masuk gang. Setiap pembeli dilayaninya dengan senyum manis mengembang. Ia sadar, senyum adalah salah satu strategi bisnis untuk membuat pembeli berbondong-bondong datang. Dengan semyum itu pula, Kardiman bisa menolak Pe’i, Kliwon dan Dusmin untuk berutang. Maklum, mereka sudah kondang jadi pengutang yang suka ngemplang.

Kala itu…. senja mulai merembang… Slamet datang bertandang. Tidak seperti jika Pe’i, Kliwon atau Dusmin yang bikin hati Kardiman bimbang dan gamang. Kardiman menyambut Slamet dengan hati senang.

“Assalamu’alaikum, Kang….”, Slamet mengucap salam beberapa meter sebelum sampai di lapak jualan Kardiman.

“Eh Dik Slamet … Wa’alaikum salaaam… Monggo dipilih… ada Salak Pondoh, Rambutan Binjai, Duku Singosari, Duren Montong, Pisang Ambon, Jeruk Bali, Semangka… Mangga dan Anggur aseli Probolinggo”, sambut si empunya lapak berpromosi.

“Waduh… jadi bingung nih. Segar-segar buahnya. Keknya saya ambil Semangka aja deh”

“Pilihan tepat… Semangka amat segar sebagai makanan penutup buka puasa. Selain berfungsi mencuci ginjal, Semangka juga cocok buat lelaki karena bisa meningkatkan jumlah dan kualitas sperma. Hehehehehe…..”, puji Kardiman. Cerdik juga Kardiman ini merayu pembeli.

“Waaahhhh… Saya masih bujang, Kang. Yang penting seger aja, ‘kaleee. Soal sperma-sperma gitu ntar aja deh kalo sudah punya bini”

“Ayo pilih yang mana. Semua masih seger buger persis es doger… Saya korting sepuluh persen deh, buat Cak Slamet”

“Pasti merah nih dalemnya? Tanpa biji?”, tanya Slamet sembari menimang-timang sebuah semagka seukuran kepala Dusmin.

“Tentu… tentu… dijamin!!!”, timpal Kardiman sambil mengacungkan dua jempol digoyang.

Setelah tawar-menawar, tuntaslah traksaksi jual beli itu. Slamet menenteng Semangkanya pulang ke rumah dengan dendang riang. Sementara Kardiman tersenyum puas mengenggam selembar duit sepuluhribuan.

Ketika menaiki tangga rumahnya, Slamet terpeleset dan rafia pengikat semangkanya putus. Sontak semangkanya jatuh dan pecah. Belum selesai Slamet merasakan sakit di dengkulnya, ia kaget melihat semangka yang baru dibelinya ternyata masih muda. Daging semangka masih berwarna putih. Setengah berlari ia kembali ke lapak jualan Kardiman.

“Kang… gimana neh… semangkanya kok ga merah. Muda begini dibilang dijamin merah! Lagian lihat neh…. banyak bijinya! Kang Kardiman yang jujur dong, kalo jualan. Jangan menipu kek gini!” sergah Slamet begitu sampai di hadapan Kardiman.

“Loh..loh..loh… salah Cak Slamet sendiri….”

“Salah saya gimana?!!!”, potong Slamet sengit.

“Lah itu semangka mestinya diiris, kok dijatuhin… ya pucat, jadinya. Coba kalo Cak Slamet jatuh dari atas pohon… pucat kan?. Nah biji-biji semangka itu, bonus alias gratis. Cak Slamet ga perlu pusing-pusing mikir bayar tuh biji-biji” Kardiman membela diri tak kalah sengit.

Mendengar alasan Kardiman, Slamet mewek. ‘Yah…. saya kalah omong. Sial deh… nasib… nasib….’, Slamet membatin.  

Sumber: http://hiburan.kompasiana.com